Skip to main content

Posts

Kelakar dan Pemabuk (2)

PEMABUK Diam legam dendam geram muram suram kalam alam karam dalam malam kelam makam tilam hitam seram padam redam selam ilham badam awam meriam salam eram...

Kelakar dan Pemabuk (1)

KELAKAR Perut gendut wajah cemberut jika berjalan seperti badut, mulut bersungutsungut terkadang terkantukkantuk sambil kentut ---kamu tahu tidak? aku ini pahlawan sejati suatu hari hendak mengaji terlihat seseorang tenggelam di kali langsung saja aku berlari dan terjun ke kali namun ternyata nene-knenek sedang mandi

Mengembangkan Sikap Ramah kepada Alam

Akhir-akhir ini bencana alam melanda hampir di seluruh pelosok Indonesia. Tak terkecuali ibu kota negeri ini, Jakarta. Gempa juga terjadi dimana - mana. Fenomena alam yang terjadi terus-menerus itu merupakan salah satu tanda telah terjadi ketidakseimbangan ekosistem. Melihat berbagai kerusakan dan bencana alam itu, seringkali kita mengajukan pertanyaan pada diri kita sendiri, apakah yang terjadi dengan alam kita? Mengapa alam tidak lagi bersahabat dan tidak ramah terhadap bangsa Indonesia? Apa yang diinginkan dari Illahi atas bencana yang terjadi terus-menerus di negeri ini? Pertanyaan itu mencerminkan bahwa pemahaman serta paradigma berpikir kita tidak berdasar dan komprehensif dalam menyikap persoalan-persoalan yang terjadi.

Sayembara Karya Tulis Peran Masyarakat Adat

Dear all,   Dalam rangka menyambut hari kebangkitan masyarakat adat 17 Maret 2008, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara [AMAN] melaksanakan beberapa Sayembara Karya Tulis. Selengkapnya lihat TOR dibawah. Informasi ini juga tersedia dalam bentuk poster. Untuk itu silahkan buka di http://www.aman.or.id/#sayembara_karya_tulis     Sayembara Karya Tulis Dengan Tema : " Peran Masyarakat Adat Dalam Penyelamatan Hutan Di Indonesia " Coordinating Comitee Sayembara Karya Tulis :      Masita Riany ( Coordinator )      Erasmus Cahyadi Latar Belakang Penyebab utama kerusakan hutan adalah adanya UU Kehutanan No. 41/1999 yang menjadi modal dasar pengerukan wilayah-wilayah dan hutan-hutan adat di Indonesia.    Departemen Kehutanan secara arogan beranggapan bahwa hutan-hutan adat merupakan milik negara sehingga dapat digunakan (dieksploitasi) sebesar-sebesarnya untuk kepent...

Sayembara Karya Tulis: "Peran Masyarakat Adat Dalam Penyelamatan Hutan di Indonesia"

Dear all,  Dalam rangka menyambut hari kebangkitan masyarakat adat 17 Maret 2008, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara [AMAN] melaksanakan beberapa Sayembara Karya Tulis. Selengkapnya lihat TOR dibawah. Informasi ini juga tersedia dalam bentuk poster. Untuk itu silahkan buka di http://www.aman.or.id/#sayembara_karya_tulis   Sayembara Karya Tulis Dengan Tema: "Peran Masyarakat Adat Dalam Penyelamatan Hutan di Indonesia"  Coordinating Comitee Sayembara Karya Tulis:  Masita Riany (Coordinator)  Erasmus Cahyadi  Latar Belakang Penyebab utama kerusakan hutan adalah adanya UU Kehutanan No. 41/1999 yang menjadi modal dasar pengerukan wilayah-wilayah dan hutan-hutan adat di Indonesia. Departemen Kehutanan secara arogan beranggapan bahwa hutan-hutan adat merupakan milik negara sehingga dapat digunakan (dieksploitasi) sebesar-sebesarnya untuk kepentingan segelintir orang/kelompok. 

WALHI-SHI Buka Posko Gempa Jabar

penggalangan bantuan bagi korban gempa Tasikmalaya dan sekitarnya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dan Sarekat Hijau Indonesia (SHI) membangun posko gempa di 7 titik Jawa Barat. Menurut pihak WALHI, saat ini korban gempa membutuhkan bantuan makanan berupa beras, mie dan sarden.”Untuk Pangalengan yang tersedia hanya untuk 1500 orang berupa beras, mie, sarden . Sementara ada 8000 ribu lebih orang mengungsi dan terus berdatangan, ini laporan dari lapangan,” kata Masita Riany, aktivis SHI yang dihubungi beritalingkungan.com via telpon. Selain itu tambah Riany, korban gempa juga sangat membutuhkan obat-obatan, tenda dan selimut karena jumlah pengungsi terus bertambah.