Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Kegiatan

Pencak Silat, Warisan Budaya Dunia

Jika pemuda Indonesia malu menjadi pesilat, maka tinggal tunggu waktu akan silat ditinggalkan.  Dulu pendekar pencak silat atau jawara dianggap “jagoan” atau orang yang berilmu tinggi secara fisik dan lebih-lebih lagi secara spiritual-keagamaan. Di antara mereka banyak yang digelari “orang sakti”. Dalam perang merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI, para pendekar  berkontribusi besar. Perguruan pencak silat terdapat di banyak daerah Nusantara untuk mengajarkan ilmu bela diri dan ilmu spiritualitas dengan menjalani rirual-ritual serta pantangan-pantangan tertentu. Silat melestarikan  budaya dan kearifan lokal, sekaligus sebagai benteng terhadap penetrasi budaya asing yang dianggap merugikan. Beberapa  pesantren mengembangkan ilmu pencak silat. Karena itu, jangan heran jika ada kiai yang ahli ilmu agama sekaligus jago silat.    Memang, silat saja bukan sekadar olahraga bela diri. Jauh lebih dari itu, silat penuh dengan kaidah ilmu kehidupan...

Asupan Sastra Reboan Malam Ini

Forum Sastra Reboan malam ini, Rabu, 25 Februari 2015, mengambil tema “Asupan”. Kali ini, forum itu akan menyuguhkan berbagai menu. Ada pengenalan buku antologi puisi “Titik Temu”. Buku ini menampilkan karya 60 penulis sastra seperti Masita Riany, Fendy Kachonk, Umira Ramata, Dewi Nova, dan lain-lain. Menurut Yo Sugianto, salah satu motor Sastra Reboan, forum itu juga akan diramaikan oleh sejumlah penyair dari Bandung. “Penyair dari Bandung yakni Ratna M.Rochiman, Epiis Gee dan Rezky Darojatus Solihin akan tampil, khusus datang untuk Sastra Reboan bersama penyair Matdon,” tutur Yo dalam akun Facebooknya. Pembaca puisi lainnya adalah Diana Prima Resmana, penulis dari Forum Sastra Bekasi dan Yoni Efendi, karyawan yang ingin menerbitkan buku puisi karyanya sendiri. Tak kalah menarik adalah penampilan tari Salsa yang dibawakan Athika Rahma Nasu, seorang penari dan instruktur. Ada pula Sanggar Svadara – Traditional Dance and Music, yang merupakan perkumpulan pecinta ...

Peluncuran Buku: KREDO dan PUISI-PUISI FEMINIS “SEPERTI PAGI”

No : 33 /Eks/03/XII/IP-Bdg/12                                                                              Bandung, 31 Maret 20 12 Hal : UNDANGAN LIPUTAN PELUNCURAN BUKU : KREDO dan PUISI-PUISI FEMINIS “SEPERTI PAGI” Kepada Yth. Ibu/Bapak Redaktur Media/Pers Di Tempat Salam Solidaritas, Berbagai permasalahan perempuan saat ini terus mencuat, khususnya ancaman terhadap kedaulatan tubuh perempuan, mulai dari berlakunya UU Pornografi dan peraturan perundang-undangan daerah yang cenderung mengkriminalisasi tubuh perempuan, berbagai pernyataan pejabat penyelenggara Negara yang penuh kebencian terhadap perempuan, hingg...

Sayembara Karya Tulis Peran Masyarakat Adat

Dear all,   Dalam rangka menyambut hari kebangkitan masyarakat adat 17 Maret 2008, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara [AMAN] melaksanakan beberapa Sayembara Karya Tulis. Selengkapnya lihat TOR dibawah. Informasi ini juga tersedia dalam bentuk poster. Untuk itu silahkan buka di http://www.aman.or.id/#sayembara_karya_tulis     Sayembara Karya Tulis Dengan Tema : " Peran Masyarakat Adat Dalam Penyelamatan Hutan Di Indonesia " Coordinating Comitee Sayembara Karya Tulis :      Masita Riany ( Coordinator )      Erasmus Cahyadi Latar Belakang Penyebab utama kerusakan hutan adalah adanya UU Kehutanan No. 41/1999 yang menjadi modal dasar pengerukan wilayah-wilayah dan hutan-hutan adat di Indonesia.    Departemen Kehutanan secara arogan beranggapan bahwa hutan-hutan adat merupakan milik negara sehingga dapat digunakan (dieksploitasi) sebesar-sebesarnya untuk kepent...

Sayembara Karya Tulis: "Peran Masyarakat Adat Dalam Penyelamatan Hutan di Indonesia"

Dear all,  Dalam rangka menyambut hari kebangkitan masyarakat adat 17 Maret 2008, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara [AMAN] melaksanakan beberapa Sayembara Karya Tulis. Selengkapnya lihat TOR dibawah. Informasi ini juga tersedia dalam bentuk poster. Untuk itu silahkan buka di http://www.aman.or.id/#sayembara_karya_tulis   Sayembara Karya Tulis Dengan Tema: "Peran Masyarakat Adat Dalam Penyelamatan Hutan di Indonesia"  Coordinating Comitee Sayembara Karya Tulis:  Masita Riany (Coordinator)  Erasmus Cahyadi  Latar Belakang Penyebab utama kerusakan hutan adalah adanya UU Kehutanan No. 41/1999 yang menjadi modal dasar pengerukan wilayah-wilayah dan hutan-hutan adat di Indonesia. Departemen Kehutanan secara arogan beranggapan bahwa hutan-hutan adat merupakan milik negara sehingga dapat digunakan (dieksploitasi) sebesar-sebesarnya untuk kepentingan segelintir orang/kelompok. 

WALHI-SHI Buka Posko Gempa Jabar

penggalangan bantuan bagi korban gempa Tasikmalaya dan sekitarnya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dan Sarekat Hijau Indonesia (SHI) membangun posko gempa di 7 titik Jawa Barat. Menurut pihak WALHI, saat ini korban gempa membutuhkan bantuan makanan berupa beras, mie dan sarden.”Untuk Pangalengan yang tersedia hanya untuk 1500 orang berupa beras, mie, sarden . Sementara ada 8000 ribu lebih orang mengungsi dan terus berdatangan, ini laporan dari lapangan,” kata Masita Riany, aktivis SHI yang dihubungi beritalingkungan.com via telpon. Selain itu tambah Riany, korban gempa juga sangat membutuhkan obat-obatan, tenda dan selimut karena jumlah pengungsi terus bertambah.