Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Kearifan Budaya Lokal

Mengapa Saya Begitu Mencintai Batik Tulis Klasik?

Selalu ada cerita dan filosofi yang mendalam dari sehelai kain batik tulis yang dibuat sesuai dengan motif dan coraknya. Corak tersebut merupakan simbol – simbol penuh makna yang memperlihatkan cara berpikir masyarakat pembuatnya dan diciptakan bukan berdasar nilai estetika belaka. Namun pembuatan itu juga berdasarkan harapan – harapan yang kemudian dituangkan dalam bentuk banyak simbol. Dalam pembuatannya, dimana tiap detail dibuat dengan begitu teliti, penuh ketenangan, kesabaran dan keseimbangan hati, pikir dan jiwa. Proses pembuatannya, begitu sakral dan maha karya bagi saya. Dari sekian banyak koleksi batik tulis yang saya miliki, sebagian besar merupakan batik tulis lawasan dan kebanyakan adalah batik 3 ( tiga ) negeri yang menjadi salah satu mahakarya yang begitu melegenda dalam dunia batik. Batik tiga negeri Kenapa melegenda dan mendunia? Karena batik 3 (tiga) negeri merupakan perpaduan dari berbagai batik yang ada di 3 (tig ) tempat yaitu Lasem, Pekalongan dan Sol...

Berprestasi Dalam Silat, Bersemangat Dalam Pelestarian Budaya

Ratusan pesilat yang bergabung dalam perkumpulan silat Setia Hati Organisasi (SHO) akan bertanding dalam Kejuaraan Nasional yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 23 – 24 Desember 2017 mendatang. Para pesilat SHO tersebut datang dari Banten, Kepulauan Riau, Singapura dan Jakarta sendiri. Masita Riany selaku Ketua Panitia SHO Cup 2017 menjelaskan dalam rilisnya: “Panitia sudah mempersiapkan kejuaran nasional ini sejak Juli 2017 lalu, karena itu saya berharap kejuaraan nasional ini akan berjalan dengan lancar dan sukses. Juga menjadi semangat dan motivasi bagi atlit – atilit muda dari Perkumpulan SHO untuk maju, terus berkarya dan tetap bangga sebagai pesilat dalam melestarikan seni budaya asli Indonesia ini, bahkan mungkin nanti bisa turut mengharumkan nama Indonesia”. Masita menambahkan, “Kejuaraan nasional nanti dipastikan akan berlangsung di Jakarta. Hanya saja, untuk tempat kejuaraan masih tentatif. Masih dipilih yang sesuai dengan harapan peserta maupun panitia”. Tentan...

Kejurnas Silat “SHO Cup 2017” Akan Digelar di Jakarta

JAKARTA (IndependensI.com) – Ratusan pesilat yang bergabung dalam perkumpulan silat Setia Hati Organisasi (SHO) akan bertarung dalam  Kejuaraan Nasional yang digelar di Jakarta. Sejumlah pesilat SHO dari Jakarta, Banten, Kepulauan Riau dan Singapura direncanakan  hadir untuk memeriahkan SHO Cup 2017 yang akan berlangsung 23 – 24 Desember 2017 mendatang. “Panitia sudah mempersiapkan kejurnas ini sejak Juli 2017 lalu supaya berjalan lancar dan hasilnya maksimal,” kata Ketua Panitia SHO Cup 2017, Masita Riany kepada IndependensI.com, Sabtu (19/8/2107). Menurut Masita, kejurnas dipastikan akan berlangsung di Jakarta. Hanya saja, untuk tempat kejuaraan masih tentatif. Masih dipilih yang sesuai dengan harapan peserta maupun panitia”, kata Masita yang juga menjadi Pengurus Pusat SHO tersebut . Menjawab pertanyaan tentang tujuan Kejurnas itu sendiri,  Masita mengatakan, kejurnas diselenggarakan untuk melihat sejauh mana kemajuan pesilat yang berada di organisasi  SHO...

Monolog: Ibu, Dimanakah Pancasila?

Nasionalisme adalah modal bagi anak bangsa untuk mempertahankan kedaulatan  seluruh rakyat dengan pilar kearifan lokal yang menjadi tiang budaya bangsa sebagai penyaring budaya luar agar menjadi bangsa yang memiliki identitas dan berkepribadian. Telah dirumuskan Pancasila oleh para pendiri bangsa sebagai dasar dan pondasi negara, mencakup kemajemukan yang dilambangkan sebagai Bhinneka Tunggal Ika. Dimana arti perbedaan bukanlah celah untuk terpecah-belah, tetapi justru celah yang harus diisi oleh kesatuan paham dalam semangat Nasionalisme. Karena itu, mari kita tanyakan kepada Sang Ibu …..… Ibu, Dimanakah Pancasila? Seorang anak bertanya kepada ibunya, Ibu, dimanakah Pancasila? Bukankah ia rumah kita? Bukankah ia identitas bangsa kita? Sembari tersenyum, Sang Ibu berkata, Anakku, Pancasila itu ada di sekeliling kita, Banyak manusia bisa melihat sekeliling dengan matanya, Tetapi mereka tak bisa melihat dengan hati nurani Ia ada di detak jantung buruh-buruh yan...

Pencak Silat, Warisan Budaya Dunia

Jika pemuda Indonesia malu menjadi pesilat, maka tinggal tunggu waktu akan silat ditinggalkan.  Dulu pendekar pencak silat atau jawara dianggap “jagoan” atau orang yang berilmu tinggi secara fisik dan lebih-lebih lagi secara spiritual-keagamaan. Di antara mereka banyak yang digelari “orang sakti”. Dalam perang merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI, para pendekar  berkontribusi besar. Perguruan pencak silat terdapat di banyak daerah Nusantara untuk mengajarkan ilmu bela diri dan ilmu spiritualitas dengan menjalani rirual-ritual serta pantangan-pantangan tertentu. Silat melestarikan  budaya dan kearifan lokal, sekaligus sebagai benteng terhadap penetrasi budaya asing yang dianggap merugikan. Beberapa  pesantren mengembangkan ilmu pencak silat. Karena itu, jangan heran jika ada kiai yang ahli ilmu agama sekaligus jago silat.    Memang, silat saja bukan sekadar olahraga bela diri. Jauh lebih dari itu, silat penuh dengan kaidah ilmu kehidupan...