Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Budaya

Mengapa Saya Begitu Mencintai Batik Tulis Klasik?

Selalu ada cerita dan filosofi yang mendalam dari sehelai kain batik tulis yang dibuat sesuai dengan motif dan coraknya. Corak tersebut merupakan simbol – simbol penuh makna yang memperlihatkan cara berpikir masyarakat pembuatnya dan diciptakan bukan berdasar nilai estetika belaka. Namun pembuatan itu juga berdasarkan harapan – harapan yang kemudian dituangkan dalam bentuk banyak simbol. Dalam pembuatannya, dimana tiap detail dibuat dengan begitu teliti, penuh ketenangan, kesabaran dan keseimbangan hati, pikir dan jiwa. Proses pembuatannya, begitu sakral dan maha karya bagi saya. Dari sekian banyak koleksi batik tulis yang saya miliki, sebagian besar merupakan batik tulis lawasan dan kebanyakan adalah batik 3 ( tiga ) negeri yang menjadi salah satu mahakarya yang begitu melegenda dalam dunia batik. Batik tiga negeri Kenapa melegenda dan mendunia? Karena batik 3 (tiga) negeri merupakan perpaduan dari berbagai batik yang ada di 3 (tig ) tempat yaitu Lasem, Pekalongan dan Sol...

Mengenal Sejarah Kebaya

Sepintas Mengenal Sejarah kebaya dan Tentang Kebaya Berdasarkan beberapa filosofi yang telah kami ambil dari beberapa pendapat tentang sejarah kebaya. Kebaya merupakan jenis busana yang dipakai oleh kalangan wanita Jawa, khususnya di lingkungan budaya Yogyakarta dan Surakarta, Jawa Tengah. Biasanya disertai kemben dan kain tapih pinjung dengan stagen. Baju kebaya dikenakan oleh kalangan wanita bangsawan maupun kalangan rakyat biasa baik sebagai busana sehari-hari maupun pakaian upacara. Pada busana upacara seperti yang dipakai oleh seorang garwo dalem misalnya, baju kebaya menggunakan peniti renteng dipadukan dengan kain sinjang atau jarik corak batik, bagian kepala rambutnya digelung (sanggul), dan dilengkapi dengan perhiasan yang dipakai seperti subang, cincin, kalung dan gelang serta kipas biasanya tidak ketinggalan. 

Berprestasi Dalam Silat, Bersemangat Dalam Pelestarian Budaya

Ratusan pesilat yang bergabung dalam perkumpulan silat Setia Hati Organisasi (SHO) akan bertanding dalam Kejuaraan Nasional yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 23 – 24 Desember 2017 mendatang. Para pesilat SHO tersebut datang dari Banten, Kepulauan Riau, Singapura dan Jakarta sendiri. Masita Riany selaku Ketua Panitia SHO Cup 2017 menjelaskan dalam rilisnya: “Panitia sudah mempersiapkan kejuaran nasional ini sejak Juli 2017 lalu, karena itu saya berharap kejuaraan nasional ini akan berjalan dengan lancar dan sukses. Juga menjadi semangat dan motivasi bagi atlit – atilit muda dari Perkumpulan SHO untuk maju, terus berkarya dan tetap bangga sebagai pesilat dalam melestarikan seni budaya asli Indonesia ini, bahkan mungkin nanti bisa turut mengharumkan nama Indonesia”. Masita menambahkan, “Kejuaraan nasional nanti dipastikan akan berlangsung di Jakarta. Hanya saja, untuk tempat kejuaraan masih tentatif. Masih dipilih yang sesuai dengan harapan peserta maupun panitia”. Tentan...

Sayembara Karya Tulis Peran Masyarakat Adat

Dear all,   Dalam rangka menyambut hari kebangkitan masyarakat adat 17 Maret 2008, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara [AMAN] melaksanakan beberapa Sayembara Karya Tulis. Selengkapnya lihat TOR dibawah. Informasi ini juga tersedia dalam bentuk poster. Untuk itu silahkan buka di http://www.aman.or.id/#sayembara_karya_tulis     Sayembara Karya Tulis Dengan Tema : " Peran Masyarakat Adat Dalam Penyelamatan Hutan Di Indonesia " Coordinating Comitee Sayembara Karya Tulis :      Masita Riany ( Coordinator )      Erasmus Cahyadi Latar Belakang Penyebab utama kerusakan hutan adalah adanya UU Kehutanan No. 41/1999 yang menjadi modal dasar pengerukan wilayah-wilayah dan hutan-hutan adat di Indonesia.    Departemen Kehutanan secara arogan beranggapan bahwa hutan-hutan adat merupakan milik negara sehingga dapat digunakan (dieksploitasi) sebesar-sebesarnya untuk kepent...