Skip to main content

Posts

Pembuktian Ilmiah Manfat Meditasi

Tiga puluh tahun yang lalu, setelah gelombang hippy yang melanda dunia selama satu dekade mereda, dunia barat menemukan satu ilmu baru yang dapat mereka jadikan sebagai pegangan hidup yaitu meditasi. Ilmu ini sebelumnya tidak mereka tanggapi secara serius, karena praduga mereka yang mengaitkan meditasi dengan ilmu setan, ilmu tukang sihir dan sebagainya. Mereka takut bila belajar meditasi, jiwanya tidak dapat diselamatkan dan pintu sorga tertutup untuk selama-lamanya. Pemikiran kaum tradisional konservatif ini tidak terlalu ditanggapi secara serius oleh kaum hippy yang menganggap bahwa mereka menjadi budak dogma selama berabad-abad dan dikungkung dalam lingkup pandangan penuh curiga terhadap pandangan-pandangan maupun cara hidup yang lain. Oleh karena itu, mereka berusaha lebih bersahabat dengan alam, mereka umumnya memiliki pandangan yang jauh lebih terbuka, tak terikat pada dogma, sehingga siap menerima sesuatu yang baru dan sangat "exciting" yaitu med...

Yoga | Penghargaan untuk Pengabdian

Saya dari Jakarta mewakili memberikan piala "Yoga Award" dari FIRST YOGA (Master: Budi Dharma) kepada Ibu Anna Liparisa dari Denpasar, BALI yang telah lama aktif dan berkegiatan mengajarkan yoga di banyak tempat di Bali juga mengajarkan yoga untuk umum secara gratis di Lapangan Renon setiap hari Sabtu piukul 5 sore, juga di Pantai Sanur setiap hari Minggu pukul 7 pagi.  Matur suksma untuk bakti dan darmanya.  Namaste  

Ajang Apresiasi Pecinta Sastra

indosiar.com, Jakarta - Di era internet, dunia penulisan semakin berkembang tanpa batas. Banyak orang mulai melirik untuk menulis menuangkan ide-ide kreatifnya di internet melalui media bernama blog. Tidak hanya terbatas pada tulisan-tulisan pribadi, banyak juga yang menulis cerpen, novel bahkan puisi. Dari blog-blog tersebut, banyak lahir penulis atau sastrawan baru dan berusia muda. Tak sedikit karya-karya mereka, bisa disebandingkan dengan karya para penulis atau sastrawan yang sudah lebih dulu terkenal. Namun sayangnya, sangat sedikit tempat atau wadah untuk mengapresiasikan karya para penulis tersebut. Apalagi tempat untuk penulis puisi membacakan karya sastranya. Ibarat kata, bisa menulis tapi tak ada panggung untuk mengapresiasikannya. Berawal dari keadaan itu, Komunitas Pasar Malam (Paguyuban Sastra Rabu Malam) yang dimotori oleh Johannes Sugiarto, seorang penulis puisi, mengadakan acara bertajuk "Sastra Reboan", yang digelar setiap Rabu mala...

Sastra Reboan, “Dalam Catatan” Yang Tak Sekedar Catatan

OLEH: YO SUGIANTO, Pengelola Sastra Reboan | DALAM puisi “Kesaksian” yang dilagukan oleh Kantata Takwa dengan indahnya, WS Rendra mencatat gejala jaman saat itu dengan mata hari kepenyairannya. Catatan yang tetap relevan dengan kondisi saat ini, dan juga tetap penting untuk terus dibaca. Untuk mengingatkan kita, bahwa penyair selalu mencatat jamannya. (Agenda Acaranya bisa disimak di sini: Reboan Kali Ini Hadirkan “Dalam Catatan” ) Berbagai peristiwa yang dicatat, yang tertuang dalam catatan, dengan memperdengarkan pertanda-pertanda, menunjukkan arah bagi perbaikan dan pencerahan. Di sinilah kesaksian menjadi bermakna, karena ia tak sekedar catatan tapi peringatan bagi siapa saja, termasuk Presiden, anggota DPR dan DPRD yang makin kekanakan, lembaga peradilan yang makin disoroti, pengusaha yang membabat hutan atau tambang, serta diri penyair itu sendiri. Seperti, mengutip larik “Sajak Sebatang Lisong” karya Rendra : ”Apalah artinya renda-renda kesenian, bila ter...

Asupan Sastra Reboan Malam Ini

Forum Sastra Reboan malam ini, Rabu, 25 Februari 2015, mengambil tema “Asupan”. Kali ini, forum itu akan menyuguhkan berbagai menu. Ada pengenalan buku antologi puisi “Titik Temu”. Buku ini menampilkan karya 60 penulis sastra seperti Masita Riany, Fendy Kachonk, Umira Ramata, Dewi Nova, dan lain-lain. Menurut Yo Sugianto, salah satu motor Sastra Reboan, forum itu juga akan diramaikan oleh sejumlah penyair dari Bandung. “Penyair dari Bandung yakni Ratna M.Rochiman, Epiis Gee dan Rezky Darojatus Solihin akan tampil, khusus datang untuk Sastra Reboan bersama penyair Matdon,” tutur Yo dalam akun Facebooknya. Pembaca puisi lainnya adalah Diana Prima Resmana, penulis dari Forum Sastra Bekasi dan Yoni Efendi, karyawan yang ingin menerbitkan buku puisi karyanya sendiri. Tak kalah menarik adalah penampilan tari Salsa yang dibawakan Athika Rahma Nasu, seorang penari dan instruktur. Ada pula Sanggar Svadara – Traditional Dance and Music, yang merupakan perkumpulan pecinta ...

Titik Temu Hingga Tari Salsa di Sastra Reboan

“Asupan”, kata yang sering terdengar,dipakai untuk pentingnya gizi bagi manusia. Kata yang unik karena tak ditemukan di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dan adanya di kamus Bahasa Sunda.Asupan berasal dari kata “asup” yang artinya sama dengan “masuk”di KBBI. Asupan tak hanya untuk soal gizi, kita pun hidup dengan banyak mendapat asupan, entah itu dalam seni modern, komunikasi dan lainnya. Namun, kita juga mendapat asupan dari diri sendiri, dari para pemimpin yang sayangny a tidak memberikan gizi bagus. Tak usah bicara dunia politik yang makin semrawut, sastra pun masih jadi anak tiri, tak pernah disinggung oleh petinggi Negara. Sastra Reboan mencoba mengambil tema “Asupan” dengan harapan ada yang bisa masuk dalam relung kesadaran kita dari para pengisi acara nanti.

Kebersamaan Dalam Sastra Reboan Jakarta

Saat para penggemar musik metal, yang juga anggota komunitas penunggang motor, lengkap dengan atribut khasnya jaket dengan logo burung condor, mendengarkan puisi, apa yang terlihat? Mereka menyimak dengan serius, di tengah obrolan yang tak berisik atau sapaan ketika ada rekannya yang datang. Malam  itu, Rabu (28/01/2014) MMC-Ousiders Nationz, salah satu komunitas klub motor di Indonesia yang telah berusia lebih dari 25 tahun, dan tersebar di 12 kota, datang dan mengisi acara Sastra Reboan. Buku “Outsiders” – Kisah Penunggang Motor ditampilkan dalam obrolan di panggung bersama dua penulisnya, Isfandiari Mahbub Djunaidi dan Iwan Rasta. Isfandiari juga naik panggung lagi membawakan sebuah lagu. Buku setebal 284 halaman itu ditulis dengan bahasa yang ringan, puitis dan mampu memberikan gambaran yang berbeda tentang para anggota klub motor itu. Berikut cuplikan dari halaman 32 buku itu :   Pada siang yang malas, Pantai Pangandaran boleh bersyukur ditin...